Sabtu, 28 Februari 2015

Ketakutanku, Menjadi Dewasa...



        Berbulan-bulan, bahkan mungkin dari tahun lalu dan aku, aku bosan dengan pemikiran seperti ini, takut tuk jadi dewasa? Hahh pemikiran macam apa ini?, hal-hal ini benar-benar bodoh... apa yang telah aku lakukan? Membiarkan diriku terbodohi pikiranku sendiri.
       Hah takut jadi dewasa, sebenarnya ketakutanku bukanlah sesederhana itu, aku bukannya takut dewasa nanti kulitku keriput, rambutku memutih, panca indraku berkurang dan aku akan menjadi tua renta *ayolah itu memang hukum alam* percayalah bukan itu yang aku takutkan.
       Hanya saja aku takut akan tanggung jawabku sebagai seorang anak akan gagal, tidak bisa memberi mereka ibu ayahku kebahagiaan yang telah kami rencanakan. Aku takut rencana itu gagal, aku takut akan harapan-harapan mereka, harapan berlebih akan diriku , harapan ini membebaniku, membuatku takut, nanti takkan mampu merealisasikannya lalu meraka akan kecewa, kecewa padaku... sudah kubilangkan, pemikiranku memang konyol.
        Akhirnya aku memberanikan diriku berbicara, mengeluarkan segala pikiran bodoh di kepalaku... dengan hati-hati aku membuka suara, mengatur nafas dan memperindah kosa kataku, hey kau tau? Aku sedang ingin membicarakan hal bodoh yang menurutku penting dan aku tak ingin kehilangan lawan bicaraku hanya karena kebodohanku dalam bercerita, kau tentu takkan mau mendengar cerita bodoh apalagi dengan cara bicara yang yaah, maaf aku tak terlalu pandai dalam bicara apalagi dengan orang yang tak terlalu akrab denganku... salahku *kuper? Masih jaman yah* jadi, aku memilih bercerita kepada salah satu teman baikku yang sebenarnya aku tak tau kenapa kami jadi teman baik, sorry bang Biky J *abaikan dia, chapter ini tentang aku dan pemikiranku :v , ohya tambahan, bang Biky itu cewek yah tapi karena suatu hari terjadi sebuah tragedi, jadilah kami saling memanggil dengan sebutan abang-abang xD , lain kali akan ku bongkar... huahahaa* loh?
          Kembali, untuk berceritapun aku memilih waktu dan tempat yang menurutku tepat, pada pagi menjelang siang, didalam perpustakaan kampus yang tenang aku mengeluarkan segala pertanyaan dan pernyataan dalam otakku... lega aku memulai lalu mengakhirinya dengan baik, Bang Biky terlihat khusuk mendengar setelah itu menghembuskan nafas setengah panjang dan berkata “riz itu sedang dalam keadaan Peterpan holic” , itu apa? , “yah itu, keadaan seperti yang Riz alami ini, takut jadi dewasa”, jadi?, “hmm intinya Riz Cuma gak PD aja sama masa depan sendiri”, terus gimana?, ”ya diubah dong, berusaha untuk masa depan dari sekarang dan yakin kalo masa depan Riz itu akan baik-baik saja” , gitu yah?... dan saya masih bingung, *wah bodohnya hampir ke level idiot nih* Dan begitu saja, setidaknya ada sedikit perasaan lega yang menyeruak dalam hatiku.
          Sampai ketika suatau malam, ibaratnya ini seperti suatu jitakan keras di kepalaku *ough!* yang menanamkan sebuah kata ‘PERCAYA’ belive, just believe someday you can be somebody, kata-kata itu terus mengiang dalam otakku, kata itu seakan menghapus segala ketakutanku, membuatku kuat, berani dan semangat.  sederhana bukan, jawaban yang selama ini kucari ternyata benar-benar sesederhana itu... thanks God, bang Biky jugaa :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar